Ubah Limbah Sayur Kol Jadi Tepung

0
78
views

Garis-tengah.com – Mahasiswa Unibos mengadakan Pelatihan Kewirausahaan dengan tema Pemanfaatan Limbah Sayur Kol menjadi Tepung, Kamis (27/12).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 45 Universitas Bosowa, yang berlangsung sejak siang hari di alun-alun Desa Bonto Lojong, Kecamatan Uluere Kabupaten Bantaeng, yang dihadiri oleh warga desa setempat.

Antusias peserta dalam kegiatan ini cukup tinggi mengingat ini merupakan sebuah hal yang cukup inovatif dalam memanfaatkan limbah-limbah sayuran yang ada di Desa Bonto Lojong.

Perlu diketahui bersama bahwa Desa Bonto Lojong merupakan salah satu desa di Bantaeng dimana sayur mayur menjadi komoditi andalannya. Namun selama ini, limbah-limbah komoditi tersebut belum dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga hanya menjadi sampah.

Fadil, selaku Koordinator KKN Angkatan 45 Universitas Bosowa Desa Bonto Lojong menyampaikan harapannya agar tepung yang terbuat dari limbah sayur kol ini, selain dapat mengurangi limbah, diharapkan juga dapat menjadi salah satu penunjang ekonomi warga desa setempat.

“Harapan kita tentunya bagaimana supaya warga desa setempat dapat memanfaatkan limbah sayur kol ini menjadi produk yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun bagi sektor ekonomi,” katanya.

Ia juga berharap agar kedepan ada pengepul limbah sayur kol yang bisa menjadi pusat pengolahan limbah sayur kol di Desa Bonto Lojong ini dan dapat mengolah limbah dalam kapasitas yang besar.

Sementara itu penanggung jawab kegiatan, Hasdi, yang merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian Unibos mengatakan bahwa produk tepung kol ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan unggas yang bergizi.

“Untuk saat ini pemanfaatan produk tepung kol ini baru diperuntukkan untuk pakan unggas, mengingat bahan dasarnya merupakan limbah, jadi produk ini bukan untuk konsumsi manusia,” ungkap Hasdi.

Hasdi menambahkan, kelebihan dari produk ini adalah, bahan bakunya yang melimpah di Desa Bonto Lojong, kemudian cara pembuatannya yang cukup mudah dan tentunya mengurangi limbah sayuran.(*)