Sejarah singkat seputar Internasional Women’s day ( IWD )

0
72
views

Sejarah singkat seputar Internasional Women’s  day ( IWD )

Setelah keputusan dari konferensi di Copenhage tahun 1911, Internasional Women’s Day (IWD) dirayakan pertama kali di  Austria, Denmark, German and Switzerland pada tanggal 19 Maret. Lebih dari satu juta perempuan dan laki-laki merayakan IWD dengan aksi damai menuntut pemenuhan hak-hak perempuan untuk bekerja, mendapat hak pilih, hak dilatih kerja, hak menempati posisi di kantor-kantor pelayanan masyarakat, dan penghapusan diskriminasi. Namun, kurang dari seminggu setelah konferensi ini, pada tanggal 25 Maret terjadi insiden “Triangle Fire” di New York yang mengorbankan 140 perempuan pekerja.  Mayoritas dari mereka adalah perempuan keturuan Italy dan pendatang Yahudi. Peristiwa berdarah ini mendapat banyak sorotan  terkait dengan kondisi kerja dan perundangan perburuhan di Amerika Serikat yang kemudian menjadi fokus advokasi dalam peringatan IWD selanjutnya.

1913-1914
Di malam sebelum perang Dunia I tahun 1913, Perempuan Rusia merayakan IWDA dengan mengkampanyekan perdamaian di hari Minggu terakhir bulan Pebruari. Sebagai follow up dari peringatan tersebut, ditawarkan gagasan untuk menganti hari perayaan IWD  di bulan Maret, yang kemudian diberlakukan secara global sejak  itu. Pada tahun 1914, perempuan di kawasan Eropa melakukan aksi anti perang dan meng-ekspresikan solidaritas antar perempuan.

1917
Tahun 1917 di hari Minggu terakhir bulan feburary, seorang Perempuan Rusia melakukan demonstrasi untuk “roti dan perdamaian” sebagai respon tewasnya 2 juta tentara Rusia di medan perang.  Aksi perempuan ini mendapat kecaman dari pemimpin politik tetapi perempuan Rusia ini terus melakukan demosntrasi, 4 hari kemudian Czar ditekan untuk mengundurkan diri dan Pemerintah Sementara memberikan hak pilih kepada perempuan. Tanggal dimana perempuan Rusia melakukan demonstrasi ini adalah hari Minggu tanggal 23 februari, dalam kalender Julian yang digunakan di Rusia ketika itu,  sama dengan kalender Gregorian yang jatuh pada tanggal 8 Maret.

19181999
SeJak Tahun 1918 Hari Perempuan Internasional telah menjadi hari global  diperingati dan dirayakan dalam lintas negara, baik oleh mereka yang ada di negara maju maupun negara miskin. Selama beberapa dekade, IWD telah tumbuh  semakin kokoh tiap tahunnya. Selama beberapa tahun PBB juga telah mengelar konferensi untuk mengkoordinasi upaya-upaya internasional untuk memperbaiki hak-hak perempuan dan partisipasi dalam proses sosial, politik, maupun proses ekonomi. Pada tahun 1975, PBB menetapkan “Tahun Perempuan Internasional”. Organisasi-organisasi perempuan dan pemerintah di seluruh dunia juga merayakan IWD setiap tahun-nya pada tanggal 8 Maret dengan mengelar acara-acara dalam skala besar untuk menghormati peran dan prestasi perempuan. Secara bersamaan,  tetap juga mengingatkan untuk terus waspada dan meneruskan aksi bahwa menjamin kesetaraan perempuan adalah kemenangan dan tugas yang harus terus dipelihara dalam segala aspek kehidupan.

2000 dan seterusnya
IWD sekarang secara resmi dicanangkan sebagai hari libur di Afghanistan, Armenia, Azerbaijan, Belarus, Burkina Faso, Kamboja, China (hanya untuk perempuan), Kuba, Georgia, Guenea-Bissau, eritrea, Kazakhstan, Kyrgyztan, Laos, Madagascar (hanya untuk perempuan), Maldova, Mongolia, Montenegro, Nepal (hanya untuk perempuan), Rusia, Tajikistan, Turmenistan.dll.