Rektor UNM Ajak Mahasiswa Dialog Persoalan Surat Edaran

0
88
views

Makassar, garis-tengah.com – Sehubungan dengan surat edaran tentang pelarangan mahasiswa baru semester 1 dan 2 untuk ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan oleh LK di UNM salah satunya LDKM (latihan dasar kepemimpinan mahasiswa) yang berada pada tataran jurusan atau prodi telah ditembuskan ke semua fakultas se-UNM minggu lalu, nampaknya dinilai kurang rasional dalam penetapannya apalagi tidak melibatkan perwakilan mahasiswa untuk menyusun setiap peraturan kemahasiswaan. Itulah yang menjadi alasan ribuan mahasiswa turun melakukan aksi pada hari ini yang tergabung dalam gerakan “orange menggugat” yg dimotori oleh BEM UNM dan masing-masing LK Fakultas se-UNM dengan aksi tuntutan “Cabut Surat Edaran nomor: 3883/UN36/TU/2017”.

Ditengah-tengah berjalannya aksi, Husain Syam selaku Rektor UNM menyambangi massa aksi dan berdialog persoalan tuntutan yang di layangkan aliansi orange menggugat. Husain Syam menyatakan bahwa surat edaran yang telah keluar tidak serta merta dapat di tarik kembali. Lanjutnya, beliau mengajak pimpinan Lembaga Kemahasiswaan untuk berdialog bersama pimpinan universitas membahas persoalan surat edaran ini.

Baca Juga :  Ini Cara Supaya UMKM Bisa Naik Kelas

Menanggapi hal tersebut wakil presiden BEM UNM yakni Sukri Kahir mengakatakan, “harapan kami sebenarnya hari ini juga surat edaran tersebut dicabut, tetapi pihak rektor tidak ingin melakukan dialog terbuka dengan alasan kondisi forum yg tidak kondusif”.

“Kami akan melakukan evaluasi dan konsolidasi lanjutan mengenai apa yang ditawarkan oleh ayahanda rektor unm tentang dialog bersama pimpinan universitas dengan perwakilan lembaga kemahasiswaan, apakah kita akan melakukan dialog tersebut atau melakukan aksi kembali mengenai surat edaran tersebut”, tegasnya.