Ngopi Bareng, Deng Ical Motivasi Akumandiri Sulsel

0
98
views

Garis-tengah.com-, Wakil Walikota Makassar, DR. H. Syamsu Rizal, S.Sos, M.Si ngopi bareng bersama Asosiasi industri, usaha mikro, kecil dan menengah AKUMANDIRI Sulawesi Selatan, Senin (14/8) di Warkop Apa Kabar, Jalan Monumen Emmy Saelan Makassar.

Kegiatan ini juga diserta bincang bisnis yang dihadiri oleh pembina, pengurus dan anggota Akumandiri sulsel dalam rangka Semarak hari UMKM Nasional 12 Juli 2017.

Bapak Wawali Makassar yang akrab disapa Deng Ical adalah salah satu pembina di Akumandiri Sulsel, selain itu hadir pula pembina lainnya Drs. Abd. Azis Bennu, MM yang juga kepala Balatkop dan UMKM Sulsel, Salman Sahmad, Asdar Marzuki dan Nurfitrani.

Ketua DPW Akumandiri Sulsel, Bahtiar Baso mengatakan, meskipun Akumandiri masih terbilang baru di Sulsel namun telah berkontribusi positif dalam memajukan UMKM.

Berbagai jalinan kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta terus digalang dalam memberdayakan UMKM, sesuai semboyan Tumbuh Bersama Meng-Indonesia-kan Indonesia.“Alhamdulillah Akumandiri Sulsel menjadi percontohan nasional kerjasama BNN dalam pembinaan pasca rehab eks pengguna narkoba,”tambahnya.

Baca Juga :  Gandeng Komunitas Pasablong Celebes, Omega SPS Gelar Workshop Pasablong Go Marketing Online

Dalam kesempatan ngopi dan bincang bisnis ini, Deng Ical memotivasi seluruh peserta untuk terus berkarya dan melakukan kerja-kerja nyata dalam memajukan usaha. “Pemerintah menyadari peran penting UMKM dalam perekonomian, dan khusus di Makassar pertumbuhan perekonomian  digerakkan oleh sektor industri, usaha mikro, kecil dan menengah”, ujar Deng Ical.

Ia pun berharap Akumandiri dapat berperan menjembatani antara umkm berbasis natural resource dengan UMKM yang sudah berbasis digital atau startup yang didominasi anak-nanak muda. Serta mengawal dengan membranding produk-produk UMKM yang bisa menjadi ikon atau kebanggaan Makassar.

“harus ada pemihakan pemerintah sebagai prasyarat penting penguatan UMKM. Tidak adil apabila UMKM diserahkan  secara keseluruhan pada mekanisme pasar,dan UMKM bertarung bebas melawan pengusaha-pengusaha besar,” tambahnya

*Bahrul Ulum Ilham