MIB Indonesia Launching Buku Cerita Kusam Dirangkaikan Talkshow Puisi dan Cerpen

0
34
views

Penerbit MIB Indonesia mengadakan Launching Buku Cerita Kusam dan Talkshow Puisi serta Cerpen. Pada Minggu, 03 Juni 2018 pukul 17.00 – 19.00 WITA. Berkolaborasi dengan patner setianya Pecandu Aksara dan Aksara Merdeka.

Bertempat di Cafetaria 99 lantai 2, Pasar Segar, Pannakukkang, Makasaar. Peserta didominasi oleh kaum adam yang berjumlah sekitar 20an peserta.

MIB melaunchingkan buku salah satu anggota Pecandu Aksara, Ardiansyah Arif yang berjudul Cerita Kusam. Dia bergelut juga di dunia literasi lainnya yaitu Waktu Indonesia Membaca.

“Cerita Kusam membahas hal-hal yang selama ini dianggap tabu di sekitar kita. Akan Ada banyak nilai sosial. Membuat kita lebih mensyukuri hidup dan peduli dengan keadaaan sekitar. Namun tetap dikemas dalam cerita cinta yang berbeda dari cerita yang lain,” kata pria yang mahir memainkan gitar mini saat ditanyai mengapa seseorang mesti membaca bukunya.

Coretan pena penulis Cerita Kusam, juga bisa ditemukan di ig @vespa_kere.

“Caranya membunuh kemalasan yaitu menanam motivasi dalam diri, seperti yang sering didengarkan disampaikan publik ingin hidup abadi maka menulislah. Itu salah satu motivasi saya, jika saya ingin abadi, maka saya menulis dan membuat sebuah buku. Alhamdulillah sekarang bukunya sudah dinikmati oleh pembacanya,” Ardiansyah membagi pengalaman menulisnya ke peserta launching buku.

Penulis dilahirkan oleh orang tua petani yang gagah dan cantik di dusun kecil, bagian selatan Celebes, dusun Papi, desa Buttu-Batu, kecamatan Enrekang dan kabupaten Enrekang.

“Awalnya saya orang yang suka berdongeng. Dari pada khayalan saya hanya melayang-layang di kepala, mulai menulis khayalan-khayalan saya dari puisi, dan melakukan hal yang lain lagi seperti cerpen,” ungkap Vespa_kere nama pena dari Ardiansyah Arif.

Laki-laki penyuka vespa ini merupakan pria petualang. Dari jiwa pencinta alam ini dia sekarang berbisnis hammockatau tempat tidur gantung.

Setelah launching buku selesai, diselenggarakan pula talkshow kepenulisan puisi dan cerpen.

Bang O mengisi materi puisi dan Aurora Rahmah membawa materi cerpen.

“Puisinya itu yah puisi, puisi sekarang sudah tidak terikat dengan aturan baku yang ada,” kata Bang O menjawab pertanyaan peserta.

“Puisi baru adalah puisi bebas yang tidak terikat oleh aturan lama,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gandeng Komunitas Pasablong Celebes, Omega SPS Gelar Workshop Pasablong Go Marketing Online

Widyawan Setiadi nama lengkap dari Bang O mengutarakan bahwa puisi itu salah satu karya sastra tertua yang pernah lahir, Awal mulai lahirnya puisi bermula dari kerajaan, mantra, syair, bermula dari kerajaan Sriwijaya, kerajaan yang menggunakan ritual-ritual tertentu dengan mantra-mantra tertentu.

Pendiri Aksara Merdeka, Bang O mengungkapkan bahwa puisi adalah karya sastra yang bahasanya dipadatkan dan maknanya disiratkan.

“Karena puisi adalah karya sastra yang beda dengan dua karya sastra lainnya, novel dan cerpen. Kalau novel sama cerpen lebih identic dengan menjabarkan kata menjadi sebuh kalimat yang mudah dimengerti. Sedangkan puisi memadatkan kata dari paragraph menjadi beberapa kalimat saja agar makna yang disampaikan lebih tersirat, bukan silangsungan dan itulah ciri khasnya puisi. Terlepas dari berbagai macam jenis puisi yang telah dikategorikan,” jelas Bang O.

Dalam materi cerpen Aurora Rahmah menjelasakan tentang teknis pembuatan cerpen di mana kita harus menyiapkan kerangka cerpen, yaitu menangkap ide, menentukan alur, latar, menentukan tokoh, dan menentukan watak tokoh, konflik dan ending. Kemudian endapkan terlebih dahulu sebelum dibuka dan self editing. Setelah itu berikan kepada pembaca untuk menilainya.

“Tulisan tanpa manfaat itu sampah! Jadilah penulis yang mengutamakan manfaat bagi orang, ” Pesan Aurora menutup talkshow Cerpen.

Pada akhir acara MC mempersilakan penulis untuk membacakan karya puisinya dalam Cerita Kusam dan mendapatkan tepuk tangan dari peserta.

Penulis juga menunjuk Bang O untuk membacakan puisi sebagai master of puisi kata Vino sapaan akrab Ardiansyah. Judul puisi yang dibawakan yaitu Berita Reformasi yang berhasil membuat bulu kuduk merinding.

Di akhir acara MC mengarahkan Ardiansyah, Bang O dan Aurora untuk menyerahkan goodie bag dari kopi Kapal Api kepada peserta penanya launcing dan talkshow tadi.

Setiap tulisan akan nada pembacanya sendiri, maka dari itu marilah kita membumikan tulisan di tanah Daeng ini dengan tulisan. Agar Makassar bisa juga terkenal lewat minat baca dan menulis kaum intektualnya.

Menulis juga merupakan cara aman untuk mengungkapkan rasa di rezim sekarang yakni melampiaskan lewat tulisan tetapi tetap dalam koridor-koridornya.(*)
.
.
*Citizen jurnalis: Azimah Nahl