Mengenai Pembacokan, Ketua BEM FT UIM Angkat Bicara

0
102
views
Luka bacok yang dialami korban saat perawatan di RS Daya

Garis-tengah.com – Ketua BEM Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar (UIM), Muhammad Firdaus, angkat bicara mengenai peristiwa pembacokan dan pengeroyokan terhadap Tiga Mahasiswa Fakultas Teknik UIM, Jumat 24 Maret 2017.

Ia menyampaikan bahwa peristiwa tersebut  terjadi pada Rabu, 22 Maret 2017 pukul 16.00 Wita. Saat itu korban atas nama Dani Marwansyah, Mahasiswa Fakultas Teknik UIM hendak dikeroyok oleh beberapa orang  mahasiswa tak dikenal kecuali Fakhruddin, yang  juga adalah mahasiswa Fakultas Teknik UIM Jurusan Teknik Mesin.

Udi Setiadi selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM FT-UIM) dan salah satu pengurusnya, Reinaldi  yang  melihat peristiwa tersebut berusaha melerai, namun ia pun justru menjadi sasaran pengeroyokan. Pelaku yakni Fakhruddin lalu membacok Udi Setiadi dengan Samurai, namun masih sempat di tangkis oleh Udi dengan tangan kanan, itulah kemudian yang menyebabkan luka yang cukup parah di telapak tangan Udi Setiadi sehingga dilarikan ke RSUD Daya. Tutur Firdaus.

Sementara itu Dani Marwansyah, dan Reinaldi mengalami luka-luka akibat dikeroyok. Untung saja mereka tidak mengalami hal yang lebih parah sebagaimana yang dialami Udi Setiadi, mengingat para pelaku yang berjumlah kurang lebih 30 orang membawa berbagai macam senjata tajam, bahkan Rakitan (Papporo’).” Tambah Firdaus.

Lanjut dari itu, Firdaus menambahkan bahwa ia akan mengambil langkah Hukum atas peristiwa tersebut, yang dianggapnya sebagai bentuk premanisme Kampus, Ia pun telah mendampingi ketiga Mahasiswa tersebut yang menjadi korban pengeroyokan melapor ke Polsek Tamalanrea. Bahkan pelaku pembacokan sendiri telah ditangkap oleh pihak kepolisian dan saat ini sudah berada di ruang tahanan Polsek Tamalanrea. Namun dilain hal, Firdaus menilai terdapat kejanggalan pada peristiwa tersebut, mengingat sama sekali tidak ada tindakan pengamanan dari keamanan kampus maupun pihak birokrasi.

“Mengenai persoalan ini, saya justru menilai ada sesuatu yang aneh, mengingat pihak keamanan kampus sama sekali tidak melakukan apa-apa, begitu juga dosen dan staff di Fakultas Teknik. Para pelaku sendiri selama ini memang sering menganggu dan mengintimidasi kami yang saat ini sedang gencar melakukan Advokasi atas berbagai persoalan di UIM, terutama mengenai polemik masa jabatan Rektor, dan kasus DO terhadap tiga Mahasiswa dari Fakultas Teknik.” Ungkap Firdaus.

“Disinilah juga kita mesti melihat ketegasan Rektor UIM, Dr. Ir. A. Majdah M. Zain M.,SI. Kalau ketiga mahasiswa yang hanya mempertanyakan jabatannya ia keluarkan, Maka para pelaku yang jelas bukan mahasiswa UIM telah mengancam keselamatan nyawa orang, harus di berikan sanksi yang lebih berat. Baik sanksi Akademik maupun Pidana.” Tutur Firdaus mengakhiri.

 

Reporter: Wahyu Shalihin