MAHASISWA UIM LAPORKAN REKTORNYA KE DIKTI

0
104
views

Garis-tengah.com – Mahasiswa UIM atas nama Bakrisal Rospa, dan Henry Foord Jebss yang menerima sanksi pemecatan (DO) oleh Rektor Universitas Islam Makassar, Dr Ir. A. Majdah M. Zain M.,SI mengadukan permasalahan yang mereka alami ke Kantor DIKTI di Jakarta, (Senin, 20/02/2017).

Kunjungan mereka ditemani oleh dua orang lainnya yaitu Muhammad Firdaus (Ketua BEM Fakultas Teknik UIM), dan Widianto Satria Nugraha (Kepala Departemen Administrasi dan Keuangan PP-FMN), yang kemudian disambut oleh Inspektur Jenderal Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi , Prof. Dr. H. Jamal Wiwoho, SH., M.Hum pada pukul 16.40 Wib.

Dalam Pertemuan Ini, Henry Foord Jebss mengadukan Tindakan Rektor UIM yang memecat mereka hanya Karena mempertanyakan Kedudukannya sebagai Rektor yang telah menjabat selama tiga periode berturut-turut, serta mengadukan langsung persoalan kedudukan Rektor UIM yang menjadi polemik sebab akan berdampak pada keabsahan ijasah mahasiswa yang ditandatanganinya, sebagaimana yang juga terjadi di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.

Sementara dilain hal, Bakrisal Rospa juga menyampaikan kekecewaannya atas sikap tidak bijaksana Rektor UIM yang mengambil langkah Hukum Banding atas kekelahanya dalam Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar yang dibacakan oleh Majelis Hakim pada Tanggal 08 November 2016, yang menyatakan batal SK DO atas mereka (Bakrisal Rospa, Henry Foord Jebss, dan Dzulhilal), memerintahkan Rektor UIM Mencabut SK DO, dan merehabilitasi mereka sebagai mahasiswa UIM seperti semula. bahkan ia juga menyampaikan kekecewaannya atas sikap Kopertis wilayah IX yang menutup mata dan sama sekali tidak berbuat apa-apa terkait dengan persoalan yang mereka alami.

Baca Juga :  Mahasiswa FIS UNM Terpilih Sebagai Komandan Baru MENWA UNM

Menanggapi pengaduan ini, Jamal Wiwoho menyampaikan bahwa akan segera menindaklanjuti persoalan ini dengan meminta klarifikasi dari pihak Kopertis wilayah IX dan Rektor UIM, serta akan mengirim tim untuk meninjau langsung perihal laporan ini di Kopertis Wilayah IX dan kampus Universitas Islam Makassar. Ia juga meminta para Mahasiswa yang menemuinya untuk bersabar dan menunggu konfirmasi setelah Pihak Rektorat UIM, dan Kopertis Wilayah IX memberikan klarifikasi. []