Lagi, Aliansi Orange Menggugat Tuntut Surat Edaran Dicabut

0
108
views

Makassar, Garis-tengah.com – Aliansi Orange Menggugat kembali menggelar aksi demonstrasi terkait surat edaran rektor nomor:3883/UN36/TU/2017 mengenai larangan mahasiswa baru semester 1 dan 2 untuk ikut serta dalam kegiatan yang dilakukan lembaga kemahasiswaan (LK) Universitas Negeri Makassar (UNM). Ini merupakan lanjutan dari aksi orange menggugat pada, kamis 14 september 2017 lalu. Aksi tersebut berlansung di Jalan A.P. Pettarani depan Menara Phinisi, Rabu (27/9).

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNM, Mudabbir, mengungkapkan bahwa, “persoalan surat edaran ini, mahasiswa merasa tidak perlu dibatasi dalam hal berorganisasi, itu yang pertama, yang kedua terkait implementasi uang kuliah tunggal di UNM yang di temukan di lapangan banyak bermasalah. itu yang menjadi tuntutan kami hari ini”.

Lanjut, Ia menjelaskan bahwa keluarnya surat edaran tersebut berdasarkan hasil rapat pimpinan. “Katanya ini merupakan buntut dari drop out (DO) dini yang terjadi. Tapi dari data lapangan yang kami dapatkan ternyata data tersebut tidak benar, bahkan sebenarnya tidak didapatkan hal tersebut pernah dilakukan”.

“Lembaga kemahasiswaan pernah survei, yang ditemukan adalah orang-orang yang DO dini merupakan orang-orang yang betul-betul pindah, berhenti kuliah karena kemampuan ekonomi, ataukah mengambil jurusan lain diluar dari kampus ini, itu yang terjadi, bukan karena kegiatan lembaga kemahasiswaan. Jadi apa yang menjadi logikannya ini pimpinan kita lagi-lagi tidak bisa kami terima, makanya untuk kedua kalinya kami terus melakukan aksi untuk menolak edaran tersebut”, tegasnya.

Sementara itu, Husain Syam dalam dialognya bersama dengan mahasiswa mengatakan bahwa surat edaran tersebut tidak akan dicabut, “edaran itu tetap berlaku dengan catatan, silahkan lakukan kegiatan kemahasiswaan pada adik-adik kamu yang semester 1 dan 2 tetapi dilakukan pada hari sabtu dan minggu di dalam kampus serta dibawah koordinasi pimpinan fakultas. Pimpinan fakultas itu bisa dekan pembantu dekan ketua jurusan ketua prodi dan seterusnya”.

Menanggapi hal tersebut Andi Alauddin, Menteri Sosial dan Politik BEM UNM menjelaskan mengenai hasil survei yang dilakukan BEM UNM terhadap surat edaran tersebut. Tidak ada satupun data yang menyatakan mahasiswa terkena DO dini karena mengikuti kegiatan LK.

“Kami juga pahami sebenarnya maksud dari isi surat edaran, untuk itu kami dengan sangat hormat menyarankan kalaupun surat edaran ini tidak bisa bisa dicabut, kami sarankan untuk di tinjau ulang”, tutur Andi Alauddin.

Setelah mendengarkan pernyataan Mensospol BEM UNM tersebut, Husain Syam menyampaikan bahwa surat edaran rektor nomor:3883/UN36/TU/2017 resmi akan ditinjau kembali.

Mendengar hal tersebut massa aksi pun bertepuk tangan dengan meriah. Setelah aksi yang berlangsung damai tersebut selesai, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib menuju fakultas masing-masing.(*)

 

(*)Wahyu Shalihin