Komunitas Pecandu Aksara Menggelar Makassar Bersastra II

0
75
views

Makassar, Minggu (4/12/2016). Semangat membaca, itulah kira-kira hal yang ingin ditularkan oleh komunitas Pecandu aksara melalui pegelaran makassar bersastra jilid dua. kegiatan ini bertempat di Sao Eating Point lantai tiga Mall Ratu Indah (MARI)

Kegiatan ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai komunitas. Beberapa diantaranya adalah Forum Lingkar Pena (FLP) UIN dan makassar, Pra_kata, Pondok Baca, Ipass Makassar. Ada juga CGS, Kelas Inspirasi Gowa, Civil Society Community serta LBH Makassar.

Kegiatan ini diisi oleh peluncuran serta bincang buku yang dikemas kedalam bentuk diskusi. Buku yang diluncurkan adalah kumpulan cerpen bertemakan thriller berjudul Bloody book yang ditulis oleh alumni kelas menulis V Makassar Indie book.

Tidak jauh berbeda, di bincang buku, karya ‘keroyokan’ anggota FLP Sulawesi Selatan berjudul Sepotong Rembulan diangkat menjadi topik diskusi. Kumpulan cerpen ini mengangkat pendidikan sebagai tema sentral dengan bercerita tentang wajah pendidikan umumnya dan makassar khususnya melalui penggambaran-penggambaran realita yang coba disuguhkan kembali oleh para penulisnya.

Baca Juga :  Mahasiswa FIS UNM Terpilih Sebagai Komandan Baru MENWA UNM

“Pendidikan, yang kami maksud, tidak hanya terbatas di ruang-ruang kelas dan kampus tapi lebih dari itu. Pendidikan berada tak jauh dari sekitar kita.” Jelas Batara Al Isra salah satu penulis buku Sepotong Rembulan di tengah-tengah bincang buku.

Tidak hanya itu kegiatan ini juga dimeriahkan oleh penampilan menarik yang masih berada di ranah sastra. Adalah Arif Rahman dg rate yang membawakan sastra lisan Sinrilik, lalu Carnosaurus penulis buku laki-laki yang ber-Monolog tentang sahabat serta pembacaan puisi diiringi petikan gitar dari Komunitas Pecandu Aksara sendiri.

“Kegiatan ini adalah ajang silaturahmi penulis dan pembaca di makassar sekaligus untuk menyiarkan buku-buku yang telah diterbitkan oleh penulis-penulis Makassar dan alhamdulillah peserta yang hadir kali ini meningkat signifikan dibandingkan kegiatan sebelumnya.” pungkas Facri Djaman, pemrakarsa Komunitas pecandu aksara.

 

*Citizen jurnalis :Rahmat Hidayat