Komunitas Pecandu Aksara Hadir Memeriahkan Pesta Komunitas Makassar 2017

0
120
views
Suasana stand komunitas pecancu aksara yang ramai pengunjung di Pesta Komunitas Makassar 2017

Makassar, Garis-tengah.com — Pesta Kumunitas Makassar 2017 dengan tema “Merdeka Dengan berkarya”, yang berlangsungn pada  19-20 Agustus 2017 kemarin bertempat di Fort Rotterdam yang didukung oleh Dinas Pariwisata kota Makassar dan  dihadiri oleh seratusan komunitas yang ada di Makassar.

Sepanjang stand/booth komunitas yang ada di sana, hanya ada satu komunitas  yang lain dari pada yang lain. Dimana para pencinta literasi (baca maupun menulis buku) mata mereka dimanjakan dengan buku-buka yang tertata rapi dalam satu rak buku. Dan terdapat tempat duduk yang membuat para pengunjung senang berlama-lama di stand mereka.

Anggota komunitas Pecandu Aksara sangat lihai memilih tempat strategis dan nyaman untuk stand mereka. Bagaimana tidak, taman di Fort Rotterdam disulap menjadi taman baca buat para pengunjung. Dan berbagai macam bentuk lemari buku unik yang menari minat pengunjung untuk mendekat, membaca ataupun hanya untuk selfie sekalipun.

Tidak hanya itu, angoota Pecandu aksara yang biasa di panggil ‘PA’menyediakan bingkai kaca bertuliskan Pecandu aksara dan spanduk yang disediakan untuk para pengunjung untuk berpose apa saja, dijepret oleh anggota mereka “Bang O” disapanya,  sebanyak pengunjung suka.

Ternyata di balik keunikan stand mereka, tidak  lepas dari kerja keras Fachri Djaman sebagai Pendiri PA sekaligus pemimpin, yang senantiasa mengarahkan anggotanya, Charis Munandar dan Herianto yang setia menghadiri rapat terkait PKM 2017, Saud ramadhan, Alif, Adryan turut andil dalam loading barang-barang perlengkapan. Untuk anggota PA yang lainnya membantu dalam membawa buku bacaan untuk mengisi lemari2 buku yang ada.

Terlihat senyum di wajah para anggota PA dalam pengambilan gambar disaaat sore itu. Foto bersama merupakan  agenda yang tak terelakkan lagi bagi komunita satu ini. Mungkin mereka mengganggap itu menrupakan kewajiban yang harus dilaksanakan.

*Penulis: Azimah Nahl