Jangan Sampai Skripsi Mengganggu Tidurmu

0
62
views

Cerita ini adalah kisah dari seorang mahasiswa tingkat akhir program studi Pendidikan Teknik Informatika di perguruan tinggi ternama di kota ini, sebut saja namanya Rian. Rian adalah mahasiswa semester 11 yang artinya telah menempuh kuliah di kampus kurang lebih 3 tahun 30 bulan.  Kini setelah penghunjung semester 11 akhirnya pucuk dicinta ulang pun tiba, begitu pepatahnya. Akhirnya skripsi yang telah lama dinantinya telah di depan mata. Semangatnya yang dulu telah hilang kini terbit kembali layaknya sang fajar dikala musim kemarau.

Penghujung desember lalu adalah masa-masa bahagianya setelah berhasil melewati ujian hasil penelitian yang rasanya sangat mustahil baginya, dan pergantian tahun 2016 ke 2017 dilalui nya dengan sangat bahagia. Oh iya, saya hampir lupa. Rian juga merupakan salah satu pegawai yang masih kontrak di sebuah percekatakan kaos/tempat sablon, disana ia bergabung bersama tim desain, waow karir yang luar biasa bagi seorang mahasiswa teknik informatika. Saya banyak mengenal mahasiswa infomatika tapi tak banyak yang bisa lulus dengan softskill yang menurut saya sangat luar biasa seperti kawan ku ini. Di umurnya yang masih sangat muda dia telah bisa memajemen waktu nya antara kerja dan menyelesaikan kuliah.

Kini tiba di awal tahun 2017, dimana awal tahun ini adalah puncak tertinggi curah hujan, katanya. Setelah berjuang mengurus berkas sana sini, akhirnya rian telah memenuhi kriteria untuk melakukan ujian skripsi, wow emezing kan. Tepat di akhir bulan adalah harapan rian untuk melaksanakan ujian skripsi dan mengakhiri status nya sebagai mahasiwa tingkat akhir dengan masa studi 3 tahun 30 bulan. Namun harapan dan kenyataan kadang tidak sejalan, kini halangan terbesar rian bukan lagi tentang draft dan berkas yang tidak rampung tetapi yang menjadi masalah adalah dirinya sendiri. Kebiasaan nya untuk begadang tentunya tidak dapat hilang ditambah lagi kebiasaannya itu berbanding lurus dengan tidurnya di pagi hari, maklum kebutuhan tidur manusia normalnya kurang lebih 8 jam perhari.. Tidur pada pukul 4 subuh dan bangun pada pukul 12 siang adalah sebiasaan rian saat ini, ditambahlah lagi hujan yang turun dari pagi hingga sore kadang juga malam membuatnya nyaman untuk melanjutkan ibadah tidurnya.

Singkat cerita akhirnya  tiba saatnya rian akan melakukan ujian skripsinya, h-1 namun undangan tak kunjung di edarkan dan rian masih asyik dengan ibadah tidurnya, hingga kini hampir menunjukan pukul 1 siang.” Kak bangun ki. Kak rian jam 1 mi, saya kira mau ki ujian skripsi.” Ucap anto yang sangat perhatian dengan rian. “iyo bangun ma ini” jawab rian sambil menutupi kepalanya dengan bantal. Setelah bangun dan membuka pintu tenyata di luar hujan masih deras, rian kembali mengambil bantal dan menarik sarung untuk melanjutkan ibadah tidurnya. Sambil perlahan menutup mata rian berkata “jangan sampai skripsi mengganggu tidurmu”. Kini telah hampir pukul 2 sore dan hujan hampir redah, kini rian dengan tergesah-gesah menuju kampus dengan sangat cemas. “ adaji dosen jam begini kah” ucapnya. Tidak ada yang merespon ucapannya. Dengan tergesah-gesah ia pergi dan kami berucap “ SEMANGAT RIAN”..