Diguyur Hujan Deras, FPR SULSEL Tak Gentar Kampanye Penolakan PERPU ORMAS

0
111
views

Garis-Tengah.com – Makassar, puluhan massa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat Sulawesi Selatan (FPR SULSEL) kembali mengusut PERPPU no 02 tahun 2017 tentang organisasi masyarakat (ORMAS) dengan melakukan aksi kampanye di depan kantor DPRD kota Makassar (Jumat, 18/08/2017).

Meski sepat diguyur hujan deras, barisan massa aksi tetap terpimpin rapi dan berjalan dengan damai. Aksi kali ini diwarnai dengan beberapa varian aksi seperti orasi, bernyanyi dan puisi.

Massa Aksi

Ilhan selaku jenderal lapangan mengatakan bahwa “aksi ini adalah aksi kedua yang kami lakukan, sebab aksi yang pertama pada tanggal 16/08/2017 kami mendapat represif dari pihak aparat setempat. Aksi ini adalah bentuk penolakan kami atas hadirnya PERPPU no 02 tahun 2017 yang dinilai sebagai ancaman nyata terhadap demokrasi di Indonesia. Tentunya kami tidak akan surut semangat untuk terus menolak dan mengkampanyekan kebijakan-kebijakan yang anti terhadap rakyat”.

“FPR SULSEL yang merupakan gabungan dari organisasi-organisasi masyarakat (FMN Makassar, SERUNI SULSEL, AGRA SULSEL) tidak akan pernah gentar ditengah situasi yang tidak kondusif seperti ini. Tindakan fasis pemerintah semakin nyata, terbukti dengan lahirnya berbagai macam aturan yang tidak berpihak kepada rkyat” tambahnya.

Baca Juga :  Gandeng Komunitas Pasablong Celebes, Omega SPS Gelar Workshop Pasablong Go Marketing Online

Aksi kampanye kali ini mengusung grand isu “Cabut PERPPU no 02 tahun 2017 tentang organisasi masyarakat (ORMAS)”. Selain grand isu, aksi kali ini juga mengusung beberapa tuntutan seperti :

  1. Batalkan seluruh sanksi drop out dan kriminalisasi lainnya terhadap mahasiswa yang memperjuangkan hak-haknya (3 mahasiswa UIM dan 8 mahasiswa UPRI)
  2. Hentikan segala bentuk pembatasan dan pelarangan dalam berorganisasi, berpendapat dan berekspresi terhadap mahasiswa dan seluruh rakyat.
  3. Cabut SK DIRJEN DIKTI no 26/2002 tentang pelarangan organisasi ekstra kampus dan SK rektor pendukungnya.
  4. Hentikan segala bentuk intimidasi, teror, kriminalisasi dan berbagai bentuk kebijakan fasis lainnya yang telah dan akan memberangus demokrasi, melanggar HAM dan membelenggu hak politik rakyat dalam berjuang.
  5. Hentikan depolitisasi melalui program bela negara palsu yang hanya membodohi pelajar dan mahasiswa.

Aksi ini ditutup dengan pembacaan pernyataan sikap oleh wakil jenderal lapangan pada pukul 16:30 WITA dan diikuti dengan menyanyikan lagu mars FPR.

*Widya Setiawan