Birokrat UIM melarang mahasiswa diskusi

0
46
views

Selasa, 21 februari 2017, Dikutip dari berita media portal online http://myrealitanews.blogspot.co.id

Diskusi sekelompok mahasiswa UIM, Bersama beberapa Mahasiswa Lain dari Berbagai Kampus dimakassar yang berlangsung di Sekretariat Himpunan Mahasiswa Mesin dibubarkan paksa oleh pihak Rektorat, (Selasa, 21/02/2017)

Diskusi bersama itu di adakan oleh Pengurus Bem Fakultas Teknik UIM dan beberapa mahasiswa dari Kampus lain untuk membahas pemecatan tiga Mahasiswa UIM (Bakrisal, Henry, dan Dzulhilal). Namun ditengah-tengah berjalannya diskusi tersebut, tiba-tiba pihak kampus mendatangi mereka dan membubarkan secara paksa kegiatan tersebut dengan alasan Rektor sementara dalam perjalanan menuju Kampus UIM untuk meninjau langsung sekretariat tersebut yang oleh pihak kampus UIM dianggap kumuh dan merusak pemandangan.

Sabaruddin sendiri selaku Wakil Ketua BEM Fakultas Teknik UIM kecewa atas tindakan yang ia anggap bentuk Refresifitas kampus tersebut.

“ tindakan pembubaran ini sangat tidak masuk akal, tidak beralasan, dan membatasi hak kami untuk menjalankan aktivitas organisasi, ini jelas bentuk refresifitas kampus. tidak ada alasan pembenaran atas tindakan pembubaran paksa kegiatan berdiskusi mahasiswa, hal itu jelas tidak manusiawi. kalaupun Rektor mau meninjau sekiranya itu bukan alasan untuk pembubaran paksa”, tutur sabaruddin.

Baca Juga :  Ini Cara Supaya UMKM Bisa Naik Kelas

Sementara dikonfirmasi melalui telepon, Muhammad Firdaus selaku Ketua BEM Fakultas Teknik UIM yang saat ini sedang berada di Jakarta mendampingi Bakrisal, dan Henry memperjuangkan satus kemahasiswaannya, menyampaikan bahwa subuh tadi Rabu, 22 Februari 2017 Sekretariat Himpunan Mahasiswa Mesin telah dibongkar.

“tadi subuh sekretnya anak-anak di Himpunan Mahasiswa mesin dibongkar dengan alasan merusak Pemandangan, suatu hal yang sangat saya sayangkan, karena walaupun hanya terbuat dari bambu dan sangat sederhana tapi sekret itu sangat produktivitas sebagai ruang diskusi teman teman. kalaupun pihak kampus menganggap sekret itu kumuh dan kotor, maka itu seharusnya membuat mereka sadar bahwa mahasiswa butuh tempat untuk menjalankan aktivitas Organisasi, sekret itu kan juga dibangun oleh teman-teman dengan ala kadarnya karena pihak kampus tidak memberikan fasilitas sekret”. tutur Firdaus. (*)