Aliansi Masyarakat Toraja Demo Pengadilan Tinggi Makassar

0
62
views

Garis-tengah.com – Ratusan masyarakat Toraja yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja sambangi Pengadilan Tinggi Makassar untuk mempertanyakan putusan Pengadilan Tinggi Makassar, Rabu (28/10).

Aksi demonstrasi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas putusan Pengadilan Negeri Makale dan Pengadilan Tinggi Makassar dalam kasus sengketa tanah Pacuan Kuda atau Lapangan Gembira Rantepao antara ahli waris H. Ali versus Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.

Pengadilan Negeri Makale mengabulkan gugatan ahli waris H. Ali dan menghukum pemerintah kabupaten Toraja Utara untuk mengosongkan lokasi sengketa serta membayar ganti rugi materil dan imateril sebesar Rp650 miliar. Dan Pengadilan Tinggi menguatkan putusan dari Pengadilan Negeri Makale.

Daei pantauan di lapangan, aksi yang dipimpin oleh Lexy Datuan ini sempat saling dorong dengan aparat saat massa aksi memaksa masuk ke dalam Pengadilan Tinggi Makassar.

Baca Juga :  Prihatin Korban Banjir Gowa, Misrayanti Kirim Ambulance

“Pengadilan Tinggi harus terbuka kepada masyarakat Toraja Utara dan bertanggung jawab atas putusan yang dikuatkan oleh hakim Pengadilan Tinggi Makassar. Sudah jelas dalam yurispudensi Mahkamah Konstitusi, Bukti yang tidak dapat dibuktikan keasliannya harus dikesampingkan,” tegas Lexy Datuan dalam orasinya.

Massa aksi kemudian di terima oleh Humas Pengadilan Tinggi Makassar, dan pernyataan sikap yang di tanda tangani oleh pengadilan Negeri Makale juga ditanda tangani oleh Pengadilan Tinggi Makassar. Dan akan dilanjutkan ke Mahkamah Agung.

“Kami berharap hakim seadil-adilnya memutuskan perkara ini, perlu pertimbangan lebih mendalam dalam putusannya. Karena banyak fasilitas publik yang berada di lapangan gembira. Dan kami akan tetap mengawal kasus ini hingga ke MA” tutup Lexy.(*)