Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Olahraga Sulsel Tolak Tuan Rumah Bersama Porprov 2022

0
66
views

Garis-tengah.com, Makassar – Penetapan penyelengaraan tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2022 menuai polemik berkepanjangan.

Penolakan tuan rumah bersama ini tidak hanya datang dari anggota KONI Sulsel, namun juga datang dari Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Olahraga Sulsel.

Aliansi ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulsel Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sulawesi Selatan. Jumat, (12/10/2018).

Mereka mengaku turun sebagai bentuk keprihatinan dan untuk menyuarakan demokrasi yang dianggap telah cedera oleh keputusan Gubernur.

Menurut Muhammad Jefry selaku Jenderal lapangan, rapat anggota tahunan KONI Sulsel, Kabupaten Sinjai berhasil meraih 21 suara, sementara Bulukumba sebanyak 3 suara melalui vooting pada tanggal 14 Agustus 2018 lalu.

“Demokrasi pemilihan tuan rumah Porprov telah dicederai dengan adanya SK tuan rumah bersama, padahal dalam rapat anggota tahunan KONI Sulsel yang dihadiri 24 Kabupaten/Kota pada 12-14 Agustus lalu dan menyepakati Sinjai jadi tuan rumah melalui hasil vooting,” kata Jefry.

Baca Juga :  Ini Cara Supaya UMKM Bisa Naik Kelas

Jefry mengatakan dengan melihat fakta-fakta dari hasil rapat anggota tahunan KONI Sulsel, kuat dugaan putusan tuan rumah bersama ini terkesan dipolitisasi oleh Gubernur Sulsel.

“Kami dari Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Olahraga Sulsel tegas menolak tuan rumah bersama,” ucapnya.

Meski tidak berhasil menemui Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Olahraga Sulsel tetap melanjutkan Aksinya.

Mereka meminta agar Gubernur mencabut SK tuan rumah bersama, serta meminta transparansi hasil visitasi KONI Sulsel terkait tuan rumah Porprov 2022.

“Kami mendesak Gubernur Sulsel segera menerbitkan SK baru berdasarkan rapat anggota KONI Sulsel dan mengembalikan hak demokrasi KONI Sulsel,” jelasnya.

Jefry juga meminta DPRD Provinsi Sulsel memanggil Gubernur dan KONI Sulsel terkait polemik SK penetapan tuan rumah Porprov 2022.

“Ini harus disikapi dengan tegas oleh DPRD Provinsi, jangan sampai demokrasi yang selama ini menjadi benteng bangsa Indonesia sesuai Sila ke 4 Pancasila benar-benar dilabrak,” pungkasnya.(*)