Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Olahraga Sulsel Kecam Putusan Gubernur

0
15
views

Garis-tengah.com – Penetapan tuan rumah Pekan Olahraga Daerah Provinsi (Porprov) 2022 menuai polemik. Sebelumnya, Sinjai ditetapkan sebagai tuan rumah tunggal oleh KONI Provinsi Sulawesi Selatan pada hasil voting yang merupakan mekanisme dari pemilihan tuan rumah Porprov pada 4 Agustus 2018 yang bertempat di Hotel Grand Asia.

Sinjai yang ditinjau dari segi kesiapan lebih layak dibandingkan dengan Kabupaten Bulukumba. Pada uji kelayakan yang dilakukan oleh KONI Sulsel, Sinjai lebih layak dari segi sarana dan prasarana. Oleh karena itu, KONI Sulsel melakukan proses Voting di Grand Asia pada bulan lalu hingga akhirnya Sinjai ditetapkan sebagai tuan rumah dengan hasil Voting 21 suara sedangkan Bulukumba hanya mendapatkan 3 suats.

Akan tetapi Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Selatan yang keluar pada 28 September 2018 lalu menetapkan Sinjai dan Bulukumba sebagai tuan rumah bersama pada Porprov 2022.

Keputusan tersebut mencederai demokrasi yang telah dilakukan oleh KONI Sulsel. Padahal Voting yang dilakukan sebelumnya dihadiri oleh 24 Kabupaten/Kota yang ada di Sulawesi Selatan telah menyepakati Kabupaten Sinjai menjadi tuan rumah.

Hal tersebut membuat Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Olahraga Sulsel geram. Jefry selaku jendral lapangan aliansi mengungkapkan bahwa seharusnya Gubernur Sulsel mengacu pada keputusan voting yang dilakukan oleh KONI Sulsel.

Baca Juga :  Perdana, Mahasiswa KKN PPL XVII UNM SMKN Campalagian Mengadakan PENSI

“Seharusnya Gubernur Sulawesi Selatan mengacu pada keputusan hasil voting yang dilakukan oleh KONI Provinsi Sulawesi Selatan. Justru hal tersebut mencederai demokrasi yang sudah berlaku. Kami meminta untuk KONI dan Gubernur Sulawesi Selatan segera menetapkan Kabupaten Sinjai sebagai tuan rumah tunggal,” tegas Jefry.

Lebih lanjut, kata dia, jika ini tidak segera diselesaikan dalam waktu cepat maka Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Olahraga Sulsel akan segera melakukan aksi susulan seperti yang dilakukan pada Jumat lalu.

“Jika polemik ini tidak segera diselesaikan secepatnya maka kami akan melakukan pengalawan sebab ini bagian dari mencederai demokrasi yang telah berlaku,” jelas Jefry.

Perwakilan Aliansi tersebut juga merasa kecewa karena sebelumnya pihak Gubernuran berjanji akan mempertemukan pihak Dispora, Koni dan dari Gubernur namun hanya Dispora yang hadir.

Sementara itu, pihak Dispora Sulsel yang telah berdialog dengan Aliansi Mahasiswa Masyarakat Peduli Olahraga Sulsel siap menerima aspirasi dan akan meneruskan aspirasi ini ke pihak Gubernur untuk melakukan peninjauan kembali.(*)