Akbar Patompo Ajak ISMEI Sulawesi Hadapi Revolusi Industri 4.0

0
175
views

Garis-tengah.com – Koordinator Wilayah X Sulawesi Ikatan Senat Mahasiswa Indonesia (ISMEI), Akbar Patompo mengeluarkan pendapatnya terkait Revolusi Industri 4.0, Sabtu (13/10).

Industri 1.0 (mulai 1784) penggunaan mesin uap dalam industri, kemudian industri 2.0 (mulai 1870) penggunaan mesin produksi massal tenaga listrik/BBM, selanjutnya industri 3.0 (mulai 1969) penggunaan teknologi informasi dan mesin otonomi, terakhir dan yang baru Milenials Economic atau saat ini Industi 4.0 (diperkenalkan 2011) mesin terintegrasi jaringan internet (internet of things).

Menurut Akbar, saat ini lndonesia sedang dalam persiapan menghadapi industri 4.0 yang menurut beberapa pakar, Indonesia akan masuk 10 besar ekonomi terkuat dunia ditahun 2030.

“Apakah kita siap untuk memasuki revolusi industri 4.0? Ada 10 indikator yang menjadi perioritas untuk ditata dan ditingkatkan menurut Slamet Riyanto. Perbaikan alur aliran material, mendesain ulang zona industri, peningkatan kualitas SDM, memberdayaan UMKM, menerapkan insentif investasi teknologi, pembentukan ekosistem inovasi, menarik investasi asing, harmonisasi aturan dan kebijakan, membangun infrastruktur digital nasional, dan akomodasi standar sustainability,” ujar Akbar.

Ia melanjutkan, prediksi John Maynard Keynes, seorang begawan ekonomi 85 tahun silam, mengatakan, “penemuan terhadap alat-alat untuk menghemat penggunaan tenaga kerja mengalahkan kecepatan di mana kita dapat menemukan pekerjaan baru untuk tenaga kerja”, telah dirasakan umat manusia sepanjang inovasi teknologi berlangsung.

Akbar meyakini dengan memasuki revolusi industri 4.0 Indonesia mampu menyerap tenaga kerja yang banyak lagi dengan mendukung industri yang digandrungi oleh kaum milenial dan mencetak tenaga kerja yang kompeten, terampil dan berkualitas di bidangnya.

“Generasi harus siap menghadapi revolusi industri 4.0, sehingga kita memasuki era Industri 4.0 sudah betul matang, dimana anak muda wajib berada digarda terdepan berkreasi, berlomba menjadi insan pencita, berkarya untuk memajukan dan menata ulang perekonomian negeri ini. Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia telah melahirkan banyak Ceo e-commerce dan saya yakin banyak lagi anak muda Indonesia yang sudah mendunia bukan hanya Ceo Gojek Bro Nadiem Makarim. Pemerintah kedepannya harus milenial jika bangsa ini menjadi negara maju dan kuat secara ekonomi. Kenapa Muda? Karena Semangat Muda ini yang memantik keinginan berkarya disisi lain pikiran jernih dan lincah gesit dalam mengaktualkan ide-ide kreatifnya,” jelas Akbar.

Akbar berjanji mengajak seluruh mahasiswa Ekonomi se Indonesia yang ada di Pulau Sulawesi untuk ikut dalam kegiatan Kongres ISMEI pada Bulan Desember 2018 di Universitas Tri Sakti. “Disana kita torehkan gagasan dan ide-ide kita semua untuk membangun fondasi ekonomi modern, mamajukan Negeri, dari Sulawesi untuk Indonesia,” pungkasnya.(Lex)